Wakapolda Maluku Jadi Irup Hari Sumpah Pemuda, Tekankan Pengabdian Humanis dan Personel di Pulau Terluar Tetap Tangguh
Ambon Maluku – Mediamabespolri.com, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., menekankan bahwa tantangan geografis wilayah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi anggota Polri untuk memberikan pelayanan terbaik. Personel Polda Maluku, khususnya yang bertugas di pulau-pulau terluar, dituntut tetap tangguh, profesional, dan humanis dalam menjaga keamanan serta merawat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Polda Maluku, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai perjuangan pemuda sebagai pedoman dalam menjalankan tugas kepolisian, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda mengingatkan, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Nilai persatuan, pengorbanan, dan tanggung jawab harus tercermin dalam sikap serta tindakan setiap anggota Polri ketika menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Karakteristik geografis Maluku yang terdiri atas gugusan pulau menghadirkan tantangan tersendiri. Jarak antarpulau, kondisi wilayah, dan kebutuhan masyarakat yang beragam menuntut kesiapan personel serta koordinasi yang baik agar pelayanan keamanan tetap berjalan optimal.
“Setiap tantangan dalam pelaksanaan tugas harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat solidaritas. Personel yang bertugas di pulau-pulau terluar harus tetap bekerja dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pengabdian,” demikian pesan Kapolda dalam amanat yang dibacakan Wakapolda.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kehadiran Polri di wilayah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan, perlindungan, dan rasa aman secara berkelanjutan.
Selain ketangguhan personel, Kapolda menekankan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat. Anggota Polri diminta tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga aktif mendengarkan keluhan warga, memahami persoalan yang dihadapi, dan mencari solusi melalui komunikasi yang baik.
Penegakan hukum yang tegas harus berjalan seiring dengan sikap humanis serta penghormatan terhadap nilai adat dan kekeluargaan yang hidup di tengah masyarakat Maluku.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol H. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kedekatan Polri dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga stabilitas kamtibmas.
“Polri harus hadir sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan. Kami mengajak seluruh personel untuk mengedepankan komunikasi yang baik, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta menghormati kearifan lokal dalam menjaga persaudaraan dan menyelesaikan persoalan secara damai,” ujar Rositah.
Ia menambahkan, semangat _Pela Gandong_ dan nilai hidup _orang basudara_ merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dirawat sebagai landasan memperkuat solidaritas, mencegah konflik, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Menurutnya, pemeliharaan keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Partisipasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda dibutuhkan agar persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Kapolda juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Ancaman terhadap persatuan tidak hanya berbentuk konflik fisik, tetapi juga dapat muncul melalui penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, kejahatan siber, dan penyebaran informasi bohong (hoaks) yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, generasi muda Polri didorong menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, meningkatkan literasi digital, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Generasi muda harus mampu menghadapi perkembangan zaman dengan sikap kritis dan bertanggung jawab. Jangan mudah terpengaruh hoaks, jauhi narkoba dan perjudian daring, serta gunakan teknologi untuk hal-hal positif. Semangat persatuan harus tetap menjadi pegangan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital,” tambah Kabid Humas.
Ia juga menekankan bahwa keberanian, kedisiplinan, dan prestasi perlu berjalan bersama kepedulian sosial, sehingga generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tantangan zaman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Upacara tersebut dihadiri Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, S.I.K., bersama para Pejabat Utama Polda Maluku. Pasukan upacara melibatkan personel gabungan perwira, Polwan, Bidpropam, Brimob, lalu lintas, Ditpamobvit, staf Polda, reserse kriminal, Dit Samapta, Dit Polairud, serta ASN Polda Maluku.
Bertindak sebagai Perwira Upacara AKBP Rusdi Nurlah, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Maluku, dan Komandan Upacara Kompol Izak Risambessy, S.Sos., Ps. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Maluku.
Melalui momentum Peringatan Sumpah Pemuda, Polda Maluku menegaskan komitmen membangun personel yang tangguh menghadapi tantangan, profesional dalam penegakan hukum, serta memiliki empati dalam melayani masyarakat untuk mewujudkan Maluku yang aman dan damai.
Upacara berlangsung tertib dan lancar hingga selesai.
( Bid Humas Polda Maluku/A AS/MMP-MLK )






