Dari Masjid Nurul Qalby, Kapolsek Polut Bangun Kedekatan Dengan Warga Massamaturu
Takalar. mediamabespolri.com
Jum’at siang di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Jum’at 18/09/2026
Tak hanya menjadi waktu untuk menunaikan salat berjamaah. Di Masjid Nurul Qalby, Dusun Bontorannu I, perjumpaan antara polisi dan warga juga menjadi momentum membangun kedekatan.
Sekitar 150 jamaah dan warga berkumpul pada Jum’at, 28/09/2026 Di tengah suasana keagamaan itu, Kapolsek Polombangkeng Utara Iptu Muh. Haris, S.H. hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat sebagai pejabat baru di jajaran Polsek Polombangkeng Utara
Haris datang didampingi Bhabinkamtibmas Desa Massamaturu Aipda Nasrullah Nur Pratama, bersama personel Polsek Polombangkeng Utara Sejumlah unsur pemerintahan dan aparat kewilayahan turut hadir, di antaranya Kepala Desa Massamaturu Lukman Nyau, Sekretaris Desa Ansar Tutu, Kanit Binmas Aiptu Ramli, S.H. Kanit Intelkam Aipda Sulfikar, serta Babinsa Desa Massamaturu Serka Aminullah. Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda juga tampak hadir.

Pertemuan itu dimanfaatkan Haris untuk membuka komunikasi sejak awal masa tugasnya. Ia mengajak pemerintah desa dan seluruh unsur masyarakat tidak membangun jarak dalam menjaga keamanan.
Menurut dia, persoalan kamtibmas di tingkat desa akan lebih mudah ditangani jika komunikasi antara polisi dan masyarakat berjalan terbuka. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga pemuda dinilai penting untuk menjaga suasana tetap aman.
“Mari kita sama-sama menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Kalau ada persoalan di masyarakat, kita kedepankan musyawarah dan komunikasi agar masalah tidak berkembang,” kata Haris.
Pesan Kapolsek kemudian bergeser pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga: anak-anak dan lingkungan pergaulannya.
Haris meminta para orang tua tidak melepas pengawasan terhadap anak, terutama pada malam hari. Ia mengingatkan bahwa sejumlah perilaku berisiko seperti judi online, narkoba, aksi geng motor, penggunaan busur dan bentuk kenakalan remaja lainnya dapat berujung pada persoalan hukum sekaligus mengancam masa depan generasi muda.
Ia mendorong keluarga memperkuat pendidikan agama dan pengawasan sebagai langkah awal mencegah anak terjerumus dalam pergaulan yang merugikan.
Safari Jum’at di Massamaturu itu pun tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Dari ruang masjid, pesan keamanan disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan warga: menjaga lingkungan dimulai dari menjaga hubungan antarsesama, keluarga, dan Anak-anak.
Bagi Kapolsek Polut yang baru, perkenalan dengan warga Massamaturu menjadi langkah awal membangun komunikasi. Bagi masyarakat, kehadiran polisi di tengah jamaah menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat sosok yang akan bersentuhan langsung dengan dinamika keamanan di wilayah mereka. Asw-19.
(Mansyur Dn)






