Tim Sespimmen Dikreg ke-67 Turun Langsung Edukasi Warga Bengkayang Cegah Karhutla
Bengkayang, Kalbar – Crimhanternews.com Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
Kali ini, Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke-67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri bersama Tim Satgas Karhutla Kecamatan Bengkayang turun langsung ke wilayah Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan diawali dengan kunjungan dan pengecekan kesiapan Posko Terpadu Karhutla Kecamatan Bengkayang. Tim didampingi Kapolsek Bengkayang AKP Slamet Widodo, S.H., untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi Karhutla.
Selanjutnya, tim menggelar sosialisasi pencegahan dan dampak Karhutla di Aula Kantor Lurah Sebalo, Jalan Raya Sanggau Ledo. Kegiatan dihadiri Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto, S.I.P., Camat Bengkayang Busmet, M.Si., Kapolsek Bengkayang, Lurah Sebalo Vidiani, S.STP., personel Polsek Bengkayang, Tim Satgas Karhutla serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan para ketua RT.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Edukasi Lemdiklat Polri mengingatkan masyarakat mengenai dampak Karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Kabut asap akibat Karhutla dapat menyebabkan kualitas udara tidak sehat dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Masyarakat pun diimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Ketua Tim Edukasi Lemdiklat Polri, Kombes Pol. Fillol Praja Arthadira, S.H., S.I.K., mengatakan edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mencegah Karhutla.
“Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian dan sinergi seluruh elemen, termasuk masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Kombes Pol. Fillol Praja Arthadira.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula upaya penanganan dapat dilakukan. Karena itu, masyarakat jangan ragu untuk melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” ujarnya.
Usai sosialisasi, Tim Edukasi bersama Tim Satgas Karhutla Kecamatan Bengkayang melanjutkan kegiatan dengan membagikan masker, melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan obat-obatan gratis kepada masyarakat terdampak Karhutla.
Bantuan sosial juga diberikan kepada warga yang membutuhkan di Jalan Sebopet, Kelurahan Sebalo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambang kepada tokoh agama Islam H. Maulidin di Jalan Sekayok.
Tim selanjutnya melakukan tatap muka dan dialog dengan masyarakat di Warung Kopi Anugerah Bengkayang. Dalam kesempatan tersebut, edukasi pencegahan Karhutla kembali disampaikan secara langsung kepada warga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP), pengamatan wilayah dan studi lapangan Peserta Didik Sespimmen Dikreg ke-67, sekaligus mendukung tugas Polres Bengkayang dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami dampak Karhutla dan berperan aktif dalam mencegah kebakaran, termasuk dengan tidak membuka lahan menggunakan cara yang berisiko menimbulkan api serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada petugas.
Red/Edy s
Sumber/Humas






