Viral di Media Sosial, Warga Kampung Kaduheuleut Keluhkan Akses Jalan Dipagari Kawat Berduri
www.mediamabespolri.com
Pandeglang – Viral di berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook hingga grup percakapan WhatsApp, kondisi akses jalan warga di Kampung Kaduheuleut, Desa Cening, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menuai perhatian publik.
Pasalnya, akses jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari kini dipagari menggunakan kawat berduri oleh pemilik lahan.
Video yang beredar luas memperlihatkan warga harus berhati-hati ketika melintas.
Bahkan sebagian warga terlihat harus membungkukkan badan dan mengangkat kawat berduri agar dapat melewati jalur tersebut tanpa tersangkut.
Peristiwa itu sontak mengundang beragam komentar dari masyarakat luas.
Banyak warganet menyayangkan kondisi tersebut karena dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat sekitar, terutama bagi anak-anak, ibu rumah tangga, hingga warga lanjut usia yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemagaran dilakukan oleh pemilik lahan setempat.
Namun demikian, masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah dan mediasi antara warga dengan pemilik tanah.
Salah seorang warga Kampung Kaduheuleut mengatakan, akses jalan tersebut selama ini menjadi jalur penting yang digunakan masyarakat untuk menuju rumah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Warga sebenarnya hanya berharap ada kebijaksanaan dan rasa kasihan dari pemilik tanah agar masyarakat tetap diberikan akses jalan meskipun hanya cukup untuk pejalan kaki. Karena jalan itu sangat dibutuhkan warga,” ujar warga kepada awak media, Kamis (14/05/2026).
Menurutnya, kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Saat melintas, warga harus ekstra hati-hati karena kawat berduri berada tepat di jalur akses warga. Tidak sedikit pakaian maupun kerudung warga tersangkut saat melewati pagar tersebut.
“Kalau lewat harus jungkuk, kadang kerudung atau pakaian suka nyangkut kena kawat berduri. Apalagi kalau malam hari tentu lebih berbahaya,” ungkapnya.
Warga berharap ada pihak yang dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.
Mereka juga meminta pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait turun tangan agar konflik tidak berkepanjangan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Harapan kami semoga ada musyawarah antara masyarakat dan pemilik tanah.
Mudah-mudahan ada solusi terbaik sehingga warga bisa kembali melintas dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah warga lainnya.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat menilai persoalan akses jalan lingkungan seharusnya dapat diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi dan rasa kemanusiaan, terlebih jika akses tersebut sudah lama digunakan warga sebagai jalur penghubung menuju permukiman.
Viralnya video tersebut kini menjadi perhatian masyarakat luas. Banyak pihak berharap adanya penyelesaian secara bijak tanpa menimbulkan konflik baru di lingkungan warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada itikad baik dan solusi bersama agar akses jalan di Kampung Kaduheuleut dapat kembali digunakan secara layak demi kepentingan masyarakat umum.
Red,”(Ahmad.S.A.MMP).






