Mesin Truk Dinas Dishub Takalar Raib, Pencurian Terungkap Sejak 2023 Dan Terjadi Lagi 2026
mediamabespolri.com Takalar.
Pencurian mesin Kendaraan roda enam jenis truk kampas merek Dyna Isuzu bernomor polisi DD 9025 C berwarna merah, dengan bagian box truk masih terlihat di area Terminal Induk Dinas Perhubungan (Dishub) Takalar
Kendaraan itu terparkir di Terminal Induk Dishub Takalar dalam kondisi rusak berat setelah mesin dan sejumlah komponennya diduga dicuri secara bertahap.

pencurian aset milik Pemerintah Kabupaten Takalar kembali terungkap di area Terminal Induk Dinas Perhubungan (Dishub) Takalar.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mappajalling, Kelurahan Sombala Bella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu 29/04/2026
Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, belasan mobil dinas yang sudah tidak beroperasi tampak terparkir di area terminal.
Kendaraan tersebut terlihat berjajar di belakang satu unit truk yang kini kondisinya memprihatinkan setelah kehilangan mesin.
Truk dinas itu tampak hanya menyisakan rangka, Box setelah sejumlah komponen pentingnya diduga digondol pencuri.
Kendaraan roda enam jenis truk kampas merek Dyna Isuzu bernomor polisi DD 9025 C berwarna merah itu diketahui sudah lama terparkir di area terminal karena mengalami kerusakan berat.
Namun, kondisi kendaraan yang tak lagi beroperasi justru diduga dimanfaatkan pelaku untuk mencuri bagian demi bagian secara bertahap.
Sejumlah pegawai Dishub Takalar terlihat berada di lokasi, termasuk Alim dari bidang lalu lintas yang duduk di meja berbentuk kapsul.
Turut hadir Kepala Seksi Lalu Lintas Ilham BM
Selain itu, Bendahara Barang Rusdianto juga berada di lokasi sebagai saksi yang pertama kali menyadari kehilangan tersebut.
Dalam keterangannya, saksi Alim mengaku pencurian tersebut bukan pertama kali terjadi.
“Ban. Ban itu yang pertama. Tapi itu tahun 2023 pas awal-awal saya masuk di sini,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menyebut, pencurian kembali terjadi pada tahun 2026 dan semakin intensif.
“Ban juga, di bulan puasa. Setelah itu berturut-turut mi diambil. Diperhatikan biasa dulu, terus tangki solar, kemudian hilang satu-satu pokoknya,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku diduga melakukan aksinya secara bertahap dengan memanfaatkan situasi sepi.
Berselang waktu, misalnya besoknya anu lagi yang hilang,” tambahnya.
Sejumlah komponen penting yang hilang antara lain tangki solar, setir, pintu mobil, hingga gardan.
“Ada tangki bensin, gardan, sama ban juga diambil,” ungkapnya.
Kejadian terakhir diketahui terjadi pada Selasa malam, 28 April 2026.
Lanjut Alim, menjelaskan bahwa pencurian terbaru terlihat dari kondisi kendaraan.
“Iya, kemarin itu masih ada, masih terpasang pintunya. Pas tadi diperiksa, sudah terbuka baut-bautnya,” katanya.
Ia bahkan menyebut adanya jejak baru yang ditinggalkan pelaku.
“Memang baru diambil itu karena bekas olinya saja masih basah,” jelasnya.
Bendahara Barang Rusdianto yang juga saksi menjelaskan awal mula dirinya mengetahui kejadian tersebut.
“Saya yang pertama melihat, waktu keluar, kok tidak ada pintunya ini mobil. Setelah saya dekat, saya lihat mesinnya, wuih tidak ada,” ujarnya.
Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Bidang terkait.
“Jadi saya bilang, ‘Pak Kabid, bagaimana ini kendaraan yang diparkir itu tidak ada mesinnya?’,” tuturnya.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Kepala Dinas Perhubungan Takalar.
“Atas arahan Pak Kadis, kami langsung ke kantor polisi bersama Kasi Pengoperasian,” jelasnya.
Pihak kepolisian pun segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
“Setelah itu, diambil beberapa tadi bukti; ada sendal, ada baut-baut yang berhamburan tadi,” ungkapnya.
Meski kendaraan tersebut diketahui sudah lama tidak beroperasi, namun statusnya tetap sebagai aset daerah.
“Mobil ini memang sudah lama tidak beroperasi, tapi ini aset. Kehilangan mesin itu sama dengan kehilangan mobil,” tegasnya.
Saat ini, pihak Dishub Takalar masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kerugian akibat pencurian tersebut juga masih dalam tahap pendataan oleh pihak terkait.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)






