Konsolidasi Nasional, AMPETRA Indonesia Perkuat Jaringan Organisasi di Jakarta Selatan

Konsolidasi Nasional, AMPETRA Indonesia Perkuat Jaringan Organisasi di Jakarta Selatan

Jakarta Selatan – media mabes polri.com  Upaya memperkuat struktur dan soliditas internal organisasi terus dilakukan Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia (AMPETRA Indonesia). Salah satunya melalui kegiatan temu silaturahmi dan konsolidasi yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Sudut Selatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus pusat, pengurus wilayah, dewan kehormatan, pembina, penasehat, hingga tokoh-tokoh muda nasional yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan penambang tradisional di Indonesia.

Ketua Umum AMPETRA Indonesia, Yusran, hadir langsung memimpin pertemuan bersama jajaran organisasi. Turut hadir Ketua Dewan Kehormatan Haris Sarjana, penasehat Sitti Nurbaya Ayudia, Ketua DPW Kalimantan Selatan, serta calon Ketua DPW Makassar.

Selain itu, hadir pula tokoh muda nasional Miftha Rizki Pohan yang dikenal memiliki kedekatan dengan keluarga besar Agus Harimurti Yudhoyono.

Dalam forum tersebut, Yusran menegaskan pentingnya membangun organisasi yang kuat, terstruktur, dan mampu menjadi wadah perjuangan bagi masyarakat penambang tradisional di berbagai daerah.

Menurutnya, keberadaan AMPETRA tidak hanya sebagai organisasi formal, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi para penambang tradisional.

“AMPETRA harus menjadi wadah perjuangan bersama. Kita ingin organisasi ini hadir di tengah masyarakat, mampu memberikan pendampingan, serta memperjuangkan hak-hak penambang tradisional secara nyata,” ujar Yusran.

Ia juga menekankan bahwa penguatan koordinasi antara pengurus pusat dan daerah menjadi langkah penting agar seluruh program organisasi dapat berjalan secara maksimal.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Haris Sarjana mengingatkan seluruh jajaran agar tetap menjaga kekompakan, etika organisasi, dan semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

Menurutnya, AMPETRA perlu tumbuh menjadi organisasi yang profesional, memiliki integritas, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pembina dan penasehat turut memberikan berbagai masukan terkait pengembangan organisasi, termasuk pembentukan kepengurusan di sejumlah daerah baru.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana penguatan DPW di berbagai wilayah, termasuk Makassar, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung perluasan jaringan organisasi.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertukar pandangan, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi antarwilayah.

Melalui kegiatan ini, AMPETRA Indonesia berharap konsolidasi internal dapat semakin kuat sehingga organisasi mampu berkembang lebih luas dan menjadi representasi yang solid bagi masyarakat penambang tradisional di seluruh Indonesia.

Jory