Sisi Humanis Polri Kapolrestabes Surabaya Tempuh Restorative Justice dan Bantu Biaya Hidup Mahasiswi yang Terdesak Ekonomi.

Sisi Humanis Polri Kapolrestabes Surabaya Tempuh Restorative Justice dan Bantu Biaya Hidup Mahasiswi yang Terdesak Ekonomi.

​SURABAYA – mediamabespolri.com // sebuah aksi penuh empati ditunjukkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, dalam menangani kasus pencurian yang melibatkan seorang mahasiswi di Surabaya. alih-alih mengedepankan proses hukum formal, kasus ini diselesaikan dengan pendekatan Restorative Justice yang menyentuh sisi kemanusiaan.

​kronologi dan motif ekonomi
​kasus ini bermula saat seorang mahasiswi tertangkap tangan melakukan aksi pencurian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap fakta memilukan bahwa mahasiswi tersebut nekat mencuri karena kondisi ekonomi yang menjepit. Ia mengaku tidak memiliki uang untuk sekadar makan sehari-hari dan menunggak biaya sewa kost.

​melihat latar belakang tersebut, Kapolrestabes Surabaya turun tangan langsung untuk memediasi antara korban dan pelaku.

​korban memaafkan, Kapolrestabes beri bantuan
​dalam proses mediasi yang berlangsung hangat, korban menyatakan keikhlasannya untuk memaafkan pelaku setelah mengetahui kondisi ekonomi sang mahasiswi yang memprihatinkan. Namun, kejutan tidak berhenti di situ.

​Mendengar kesulitan yang dialami pelaku, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan secara pribadi memberikan bantuan nyata berupa. ​Pelunasan biaya kost.
​Bantuan uang makan untuk kebutuhan sehari-hari.

​hukum tak selalu harus di meja hijau
​langkah yang diambil Kapolrestabes Surabaya ini menuai apresiasi luas. Beliau menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak melulu soal penghukuman, melainkan juga soal keadilan yang memiliki hati nurani.

​”Kami sangat mengapresiasi langkah Bapak Kapolrestabes. Ini adalah teladan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang memahami persoalan sosial di masyarakat,”

​langkah humanis ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswi tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tetap semangat melanjutkan studinya. Kepolisian menunjukkan bahwa integritas dan empati bisa berjalan beriringan demi menjaga stabilitas sosial di kota Surabaya.

​Dikeluarkan
Bagian Humas/Redaksi/ PWOD mediamabespolri.com