Proyek Rehabilitasi Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Molor. Tehnis pekerjaan diduga Bermasalah “BPK Sulteng di minta audit” AE
Poso Sulteng//Mediamabespolri.com Kegiatan proyek rehabilitasi daerah Irigasi (DI) kewenangan daerah propinsi Sulawesi Tengah paket I, lokasi: kabupaten Poso, di desa Salukaia kecamatan Pamona Barat, Sulawesi Tengah Penyediah Jasa: PT PP (Persero) Tbk, konsultan supervisi : PT Agrinas pangan Nusantara, waktu pelaksanaan: 120 hari, 
Jenis kontrak: Kontrak Harga satuan, sumber dana dan tahun: APBN 2025. Investigasi Mediamabespolri.com. (15/01/2026) proyek rehabilitasi di desa Salukaia terdiri dua jalur yaitu lorong giilingan padi dusun II dan lorong pekuburan tua Salukaia. Pada jalur lorong gilingan pertengahan hingga hulu, sebagian saluran Irigasi di bawah elevasi ketinggian persawahan, sementara persawahan yang telah di tanami di samping saluran irigasi tampak kering kerontang .
Adapun penghamparan jalan lebih di nominasi menggunakan batu-batuan ukuran besar yang sulit merekat jika di padatkan. Tampak pekerja menindis permukaan jalan menggunakan Compactor (Roller) mini. Kepala tukang Yandi Rameode yang di konfirmasi masa pekerjaan menurutnya minggu ini bisa selesai. Pekerja yang mengawasi pemadatan jalan tani pada pers mengatakan pihak pelaksana proyek akan segera mendatangkan roller berkekuatan 15 ton.
Adapun area proyek rehabilitasi jalur pekuburan tua Salukaia tampak penghamparan jalan tsni sebagian jauh lebih buruk,menggunakan batuaan mangga hingga seukuran buah kelapa menyulitkan kendaraan bermotor melewatinya
Sejumlah pekerja irigasi di lokasi ini di konfirmasi Mediamabespolri.com mengatakan
“hari ini telah selesai pekerjaan kami”
(15/01/2026)
Warga desa Salukaia Made Suwiryono pada wartawan menyampaikan ke khawatirannya atas struktur bangunan saluran irigasi yang dinilai kemiringan saluran penahan tanah condong ke dalam bukan seperti lazimnya tegak atau berbentuk V. “Struktur saluran sebagian di bangun condong ke dalam, kami khawatir bangunan ini tidak bertahan lama” ungkapnya.
Made Suwiryono juga menyoroti proses pengerjaan rehabilitasi yang hanya menempeli saluran lama dengan menggunakan pintu air yang sebelumnya, tanpa menaikkan elevasi saluran agar dapat air dapat mengairi persawahan aktif sesuai harapan masyarakat. “Kami menilai rehabilitasi saluran irigasi baru ini tidak berfungsi maksimal untuk mengairi persawahan lebih luas dari sebelumnya” tegasnya.
Lebih lanjut Made Suwiryono menyampaikan keprihatinannya terhadap proses penghamparan jalan tidak menggunakan sirtu yang layak dimana bebatuan yang di jadikan bahan penghamparan tidak mengikat sehingga dalam jangka pendek batu-batuan di permukaan jalan tani akan berhamburan keluar bahu jalan. Kami berharap agar BPK Sulawesi Tengah melakukan audit atas proyek ini ” tegasnya.
Pelaksana PT Agrinas pangan Nusantara mengindar di wawancara wartawan Mediamabespolri.com.
Menurut sejumlah pekerja proyek irigasi pengawas pelaksana proyek ada dua orang yaitu pengawas dan asisten pengawas. Salahsatunya yang di temui Mediamabespolri.com di hulu buka tutup saluran irigasi menepis dirinya sebagai pengawas “saya bukan pengawas pak” lalu meninggalkan lokasi saat pers mengambil dokumentasi hasil pekerjaan.
Lewat whatsap pengawas Proyek rehabilitasi bernama Riski yang di hubungi wartawan terkait penghamparan jalan dan struktur bangunan hingga berita ini di rilis tidak menjawab Reporter: obeth kapita
Redaksi//
Mediamabespolri.com
(Investigasi)






