Kapolsek Bersama Muspika Wuluhan Jember Sinergi Multi-Instansi Salurkan Sembako, Bantu 150 KK Terdampak Banjir Luapan Bedadung di Desa Glundengan
Jember, mediamabespolri.com – Banjir luapan Sungai Bedadung yang menerjang Kabupaten Jember sejak Senin (15/12/2025) siang akibat hujan ekstrem intensitas tinggi telah menenggelamkan beberapa titik wilayah, memengaruhi 1.271 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember. Di tengah kondisi darurat yang juga memutus akses jembatan dan memicu longsor, Muspika Wuluhan melibatkan jajaran Kecamatan, Koramil, serta Polsek Wuluhan– langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako ke Dusun Tanjungsari, Desa Glundengan. Penyaluran dilaksanakan Selasa (16/12) pukul 13.00-15.30 WIB, menyasar RT 22 (RW 8) serta RT 25-28 (RW 9), saat air genangan mulai surut 15 cm per pukul 14.30 WIB.
Penanganan Terintegrasi: Evakuasi, Logistik, hingga Kesehatan
Respons darurat Muspika mencakup evakuasi prioritas bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita, pendirian dapur umum plus posko di rumah Kepala Dusun Tanjungsari untuk penyediaan makan pagi-siang, serta pelayanan kesehatan dari Pustu/Puskesdes Glundengan yang dipantau PKM Wuluhan selama 14 hari ke depan. Dampak di Dusun Tanjungsari mencapai 78 lansia, 42 balita, 2 orang sakit, 2 ibu hamil, 150 KK, ditambah TK Muslimat NU dan Balai Desa Glundengan yang terendam. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan luas: Kapolsek beserta anggota, Danramil dan pasukan, Camat dengan staf, Kencana Wuluhan, Destana Glundengan, Brandal Alas Rescue, Kades-perangkat desa-RT/RW, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PKM Wuluhan, hingga masyarakat lokal. Upaya ini sejalan dengan aksi BPBD Jember yang sejak 15/12 mengerahkan tim logistik, mesin pompa, dan relawan untuk 1.428 KK terdampak banjir-longsor di 10 kecamatan, termasuk distribusi sembako massal.
Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko Dardhak Saputro, S.H., M.H., menegaskan komitmen sinergi ini sebagai wujud kehadiran negara. “Bantuan sembako diharapkan meringankan beban warga terdampak banjir. Kami bersama Muspika akan terus hadir mendampingi proses pemulihan hingga normal,” tegasnya. Sinergi TNI-Polri-pemda ini mirip kasus nasional lain, seperti di Serdang Bedagai di mana Polsek-Koramil-Camat bersatu bagikan sembako pasca-banjir.
Suara Warga: Haru dan Harapan Pemulihan Cepat
Warga Dusun Tanjungsari menyambut aksi ini dengan penuh haru. Sukardi (52), penerima manfaat dari RT 26, berujar, “Alhamdulillah, bantuan sembako ini sangat membantu karena stok makanan kami habis tersapu banjir. Muspika datang cepat, bikin kami merasa tidak sendirian.” Supakmi (70), lansia dari RT 25, menambahkan kekhawatirannya, “Air sudah surut tapi rumah masih becek dan kami khawatir banjir datang lagi. Terima kasih Pak Kapolsek, Danramil, dan Camat yang turun langsung – semoga bantuan lanjutan seperti pembersihan dan perbaikan rumah segera ada”. Ibu Ratna (38), yang memiliki balita, menyampaikan, “Dapur umum dan posko kesehatan menyelamatkan kami. Anak saya bisa makan layak dan diperiksa dokter – ini bentuk kepedulian nyata dari pemerintah.” Respons positif ini mencerminkan apresiasi warga Jember terhadap respons cepat aparat, di tengah cuaca ekstrem BMKG yang memprediksi hujan lebat berlanjut.
Kegiatan penyaluran berlangsung aman, tertib, dan khidmat, memperkuat ikatan pemerintah-masyarakat di Kecamatan Wuluhan. Bupati Jember Muhammad Fawait juga turun langsung ke lokasi banjir seperti Rambipuji untuk distribusi sembako, menunjukkan keseriusan Pemkab dalam program “Jember Maju Aman dari Bencana”. Hingga Rabu (17/12/2025) pagi, BPBD melaporkan sungai mulai normal meski pembersihan sisa air dan pemulihan infrastruktur terus digencarkan, termasuk bantuan tambahan dari PMI dan Dinsos.*
(Rup)






