UNIMEN Catat Prestasi Gemilang: 2 Tim Riset Raih Pendanaan Kosabangsa 2025. 

UNIMEN Catat Prestasi Gemilang: 2 Tim Riset Raih Pendanaan Kosabangsa 2025.

Enrekang – mediamabespolri.com // 13.08.2025. Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Dalam dua bulan terakhir, kampus ini tidak hanya mencetak empat doktor baru, tetapi juga berhasil meloloskan tiga dosen sebagai penerima Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) Tahun 2025 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Terbaru, dua tim peneliti UNIMEN yang beranggotakan enam dosen berhasil meraih pendanaan Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025.

Keberhasilan ini menempatkan UNIMEN sejajar dengan 116 tim peneliti lainnya dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sebagaimana tertuang dalam pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi No. 0699/C3/AL.04/2025 tertanggal 13 Agustus 2025.

Dua Tema Penelitian Unggulan
Tim pertama dipimpin oleh Dr. Baharuddin, S.Pd., M.Pd., dengan penelitian berjudul Inovasi Mitigasi Lingkungan dengan Teknologi Formulasi Bahan Baku Mikroba Trichoderma Berbagai Produk dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kadingeh Kabupaten Enrekang. Tim ini beranggotakan Sri Rosmiana, S.Pd., M.Pd., dan Nirma Septia Ramlan Anjas, S.P., M.Si., serta didampingi Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi pendamping.

Tim kedua dipimpin oleh Wilda Widiawati, S.E.Sy., M.M., dengan riset bertema Penerapan Teknologi Pemurnian untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Tahan Virgin Coconut Oil dalam Upaya Penguatan Ekonomi Lokal di Enrekang. Anggota timnya adalah Nursyawal Nacing, S.TP., M.Si., dan Dr. Drs. Yunus Busa, M.Si., dengan Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi pendamping.

Harapan dan Manfaat Penelitian
Dr. Baharuddin menjelaskan, penelitian mikroba Trichoderma diharapkan dapat menjadi inovasi ramah lingkungan yang mampu mengendalikan penyakit tanaman, memperbaiki kualitas tanah, dan mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia berbahaya.

“Penelitian ini diharapkan menghadirkan solusi ekologis yang mendukung pertanian berkelanjutan, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan produktivitas pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Wilda Widiawati menegaskan bahwa penelitiannya pada Virgin Coconut Oil (VCO) ditujukan untuk membantu pelaku usaha lokal agar produknya memiliki kualitas lebih baik, daya tahan lebih lama, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Kami menargetkan peningkatan kualitas, branding, pemasaran digital, legalitas, hingga jejaring distribusi VCO,” ujarnya.

Capaian dan Strategi Ke Depan
Plt. Kepala LP2M UNIMEN, Dr. Elihami, M.Pd.I., Ph.D., mengungkapkan bahwa capaian ini menunjukkan tren positif riset di UNIMEN. Pada 2023, dari satu proposal yang diajukan, satu lolos. Tahun 2024, dari dua proposal, satu lolos. Tahun ini, dari enam proposal yang diajukan, dua berhasil mendapatkan pendanaan.

“Program Kosabangsa menjadi katalis untuk membangun budaya riset kolaboratif, memperkuat jejaring, dan mempercepat hilirisasi hasil penelitian bagi masyarakat,” jelas Elihami yang juga Wakil Rektor II UNIMEN.

Ke depan, UNIMEN menargetkan pada 2028 dapat meloloskan 5–7 proposal hibah nasional per tahun, dengan strategi pemetaan potensi dosen, pelatihan, insentif, perluasan kolaborasi, dan penguatan branding hasil riset.

“Langkah ini diharapkan menjadikan UNIMEN sebagai pusat riset dan pengabdian unggul yang berdaya saing,” tutup Elihami.

 

Redaksi mediamabespolri.com

Yudi